Allah juga menjadikan kepemimpinan dalam agama ini digantungkan pada kesabaran dan keyakinan. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As-Sajdah 32: 24) [Lihat Uddatus Shâbirîn wa Dzakhiratus Syakirin]
Janji Allâh Azza wa Jalla buat orang-orang yang bersabar itu begitu banyak dan mulia dan Allâh Azza wa Jalla pasti akan menepati janji-Nya. Lalu, mengapa kita masih berat dan susah untuk bersabar?

Ketidaktahuan terhadap keutamaan sering menjadi sebab utama dalam hal ini, juga salah persepsi tentang kesabaran itu sendiri. Banyak orang yang menyangka bahwa bersabar itu menyebabkan kehinaan. Sabar atau memberi maaf itu identikkan dengan ketidakmampuan dalam melakukan pembalasan, padahal Rasûlullâh n bersabda:

مَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Dan tidaklah seorang hamba memberikan maaf, melainkan Allâh akan menambahkan kemuliaan padanya



Read more https://almanhaj.or.id/7493-sabar-dan-kemenangan-dua-sisi-yang-tak-terpisahkan.html

besthomehealthcare

View all posts

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *